Analisis Sistem Seleksi Masuk Perguruan Tinggi (SMPT)——Studi Banding Gaokao RRT dan SNMPTN/SBMPTN Indonesia
Analisis Sistem Seleksi Masuk Perguruan
Tinggi (SMPT)
Studi Banding Gaokao RRT dan SNMPTN/SBMPTN Indonesia
Chen Tao
Abstrak:
Dalam pendidikan globalisasi, standar sumber daya manusia yang dibutuhkan dari
pasar semakin meningkat. Dalam hal ini, negara-negara telah membangunkan banyak
sistem untuk memilih bakat secara lebih efektif, antara sistem-sistem, seleksi ujian
masuk perguruan tinggi(SMPT), sebagai sistem ujian penting yang terkait dengan
kemakmuran ekonomi negara dan stabilitas sosial, telah menjadi bagian penting
dari reformasi pendidikan di berbagai negara. Republik Rakyat Tiongkok(RRT) dan
Indonesia adalah negara berkembang, dan semua memiliki sistem SMPT sendiri. Penelitian
ini membandingkan persamaan dan perbedaan antara sejarah dan perkembangan,
penyelengkara, bentuk ujian, reformasi, peluang dan tantangan di kedua Negara, dan
mengacu pada pengalaman SMPT di beberapa negara maju. Bertujuan memberikan
referensi dan inspirasi untuk meningkatkan SMPT di RRT dan Indonesia.
Kata kunci: Seleksi Masuk
Perguruan Tinggi; Gaokao; SNMPTN; SBMPTN
1.
Pendahuluan
Ujian
selalu menjadi metode penting untuk evaluasi pengajaran dan evaluasi
pendidikan, dan juga merupakan metode penting untuk pemilihan bakat (Ai Pulin,
2012). Dalam konteks globalisasi pendidikan, standar persyaratan bakat diminta
dari pasar semakin meningkat. Sebagai tanggapan, negara-negara di dunia telah
mengadopsi serangkaian sistem seleksi untuk memilih bakat dengan lebih efektif
yang cocok (Zhang Jin, Zhao Shengchuan.
2017).
Saat ini, sistem Seleksi
Masuk Perguruan Tinggi (SMPT) di sebagian besar negara diselenggarakan oleh
pemerintah atau lembaga yang ditunjuk pemerintah, dan hasilnya menentukan
apakah siswa memiliki kesempatan untuk diterima di lembaga pendidikan tinggi.
Banyak negara memiliki metode SMPT. Misalnya, SMPT atau GAOKAO di RRT adalah ujian yang dikendali dari pusat pemerintah, dan
GAOKAO adalah ujian berbasis hasil/nilai.
Di Indonesia, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri(SNMPTN) dan
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebagai sistem SMPT di
Indonesia, dan seleksinya tes masuk perguruan
tinggi diselenggarakan oleh
Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) .
Tapi,
tidak mengherankan dunia praktik penerimaan tersier, bersama dengan serangkaian
masalah dan tantangan (Robin,
2008). Penelitian ini berharap mengetahui kelebihan dan kekurangan dari 2
sistem SMPT melalui studi banding SMPT di Indonesia dan RRT. Dapat memberikan
inspirasi referensi untuk meningkatkan dan menyempurnakan sistem SMPT di 2
negara.
2. Status SMPT di Negara
Maju
Sistem SMPT di dunia dapat dibagi menjadi 4 jenis: 1) jenis
seleksi tingkat, diwakili oleh Amerika Serikat; 2)jenis konfirmasi kualifikasi,
diwakili oleh negara-negara Eropa seperti Inggris, Perancis, Jerman; 3) Jenis terbuka,
diwakili oleh Kanada; 4)jenis kompetisi berbasis ujian, diwakili oleh Jepang,
Korea Selatan, dll. Keempat bentuk ini tidak hanya berbeda dalam ujian, tetapi
juga memiliki perbedaan dalam pandangan dan praktik proses ujian.
a. Amerika
Serikat
Di Amerika Serikat, ada banyak jenis
perguruan tinggi dan universitas, dan standar persyaratan untuk penerimaan
siswa juga berbeda. Oleh karena itu, sulit membentukan standar
penerimaan/seleksi untuk semua perguruan tinggi. Oleh karena itu, SAT/ACT yang
merupakan tes berdasarkan kemampuan siswa dimuncul. Tapi SMPT di Amerika tidak
diselenggarakan oleh negara, tetapi diselenggarakan oleh beberapa lembaga ujian
swasta yang terkenal. Salah satu ujian masuk perguruan tinggi yang paling banyak
diterima adalah ACT dan SAT. Jumlah peserta SAT lebih besar, pengaruhnya
relatif besar, dan pengakuannya relatif tinggi. Naka SAT adalah ujian yang
diakui oleh seluruh universitas di Amerika Serikat, dan merupakan salah satu indikator
penting untuk memutuskan penerimaan dan beasiswa.
Standar atau kebijakan SMPT di Amerika
dapat dibagi 4 kategori: 1)Kategori pertama adalah seleksi kompetitif. Ada
sekitar 100 perguruan tinggi; 2)Kategori kedua menerapkan kebijakan selektif.
Ada sekitar 300 perguruan tinggi, dan mereka menghargai siswa, bukan hanya
prestasi akademik. 3)Kategori ketiga adalah kebijakan "penyaringan
minimum". perguruan tinggi dalam kategori ini merupakan mayoritas dan
menerima siswa yang memenuhi persyaratan minimum; 4)Kategori keempat menerapkan
kebijakan pendaftaran terbuka. Semua pendaftar akan diterima, dan banyak
community college dan sebagaian universitas negeri mengadopsi kebijakan ini
untuk menjaminkan setiap orang memiliki kesempatan terima pendidikan tinggi.
b. Kerajaan
Inggris
Inggris menerapkan sistem sertifikat luar
sekolah. SMPT tidak menggunakan ujian masuk, sebaliknya, SMPT didasarkan pada
hasil ujian sertifikat luar sekolah. Sertifikat sangat diakui di Inggris.
Misalnya, ujian kelulusan sekolah
menengah Inggris, Sertifikat General
Certificate of Education (GCE) dibagi menjadi Ujian Tingkat Umum ("Ujian
16 tahun" atau GCE 'O' Level) dan Pemeriksaan Tingkat Lanjutan ("Ujian
18 tahun" atau GCE A-LEVEL). Ujian GCE A-LEVEL secara khusus
diselenggarakan oleh 8 biro ujian independen. 8 biro ujian ini memberikan pelayanan
SMPT, seperti Cambridge International
Examinations(CIE). Biro-biro tersebut ini didanai oleh pemerintah.
Setiap universitas di Inggris
melakukan SMPT berdasarkan hasil GCE A-LEVEL. Prosedur sebagai berikut: Komite
Penerimaan Perguruan Tinggi mengirimkan informasi calon mahasiswa yang akan
berpartisipasi dalam GCE A-LEVEL ke universitas terkait. Calon mahasiswa menentukan
2 universitas sebagai universitas pelamar berdasarkan tingkat kemampuan sendiri.
Setelah hasil GCE A-LEVEL diumumkan, calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan perguruan
tinggi akan diterima, calon mahasiswa yang gagal oleh akan diterima peguruan
tinggi lain diatur oleh Komite Penerimaan Perguruan Tinggi dengan biasanya
sesuai universitas pelamar ke-2.
c. Kanada
Universitas-universitas Kanada tidak
memiliki ujian SMPT nasional yang seragam. SMPT terutama berdasarkan hasil
kelulusan SMA. Siswa yang lulus semua mata pelajaran dan mendapat skor diatas
65-70 akan diterima. Karena sistem akademik yang berbeda di setiap provinsi,
kondisi SMPT juga berbeda di setiap provinsi.
Universitas Kanada langsung
menyelenggarakan SMPT kpd siswa yang daftar. Siswa dapat langsung daftarkan ke
setiap universitas. Selain diselenggarakan masing-masing perguruan tinggi,
beberapa provinsi di Kanada juga menyelenggarakan SMPT secara terpusat dalam
provinsi. Seperti Provinsi Ontario, ada Ontario
University Application Center(OUAC), bertanggung jawab atas SMPT di
provinsi Ontario. Manfaat kebijakan terbesar adalah dapat meningkatkan
efisiensi. Misalnya jika seorang siswa mendaftar ke beberapa universitas secara
bersamaan, OUAC dapat meninjau kelayakan aplikasi sekaligus, yang tidak hanya
menghemat waktu tetapi juga menghemat biaya. Namun, OUAC hanya menyelenggarakan
untuk meninjau bahan pengajuan siswa telah lengkap dan berkualitas, tapi
penerimaan tergantung pada masing-masing universitas.
d. Jepang
Jepang sangat mementingkan pendidikan
akademik, dan SMPT memiliki sistem yang sangat ketat. SMPT di Jepang dilakukan
dalam 2 langkah: Langkah pertama adalah ujian nasional; langkah kedua adalah
seleksi calon mahasiswa baru oleh masing-masing universitas. SMPT di Jepang
dilaksanakan secara independen oleh masing-masing universitas.
Universitas negeri melakukan SMPT
terutama melalui ujian nasional. Universitas juga melakukan ujian kedua. Ini
tidak hanya memobilisasi antusiasme masing-masing universitas untuk maju, juga
memperkuat kompetisi yang adil antara universitas-universitas; dan juga
mengurangi ketingkatan resiko ujiannya untuk peserta ujian. Selain itu,
beberapa universitas juga mengadopsi penerimaan dengan rekomendasi dan penerimaan
syarat tertentu. Pusat ujian juga mengadakan ujian susulan untuk siswa yang belum
bisa ikut ujian tepat waktu dalam alasan khusus.
Universitas swasta menerima siswa
sesuai dengan sistem pendaftaran sendiri. Diversifikasi sistem pendaftaran
universitas swasta menjamin otonomi dan normalisasi operasi universitas swasta.
3. Status SMPT di RRT
a. Sejarah
dan Perkembangan
The
National College Entrance Examination
atau GAOKAO. Ini adalah ujian selektif untuk lulusan sekolah menengah yang
memenuhi syarat kemampuan akademik dari RRT (tidak termasuk Daerah Istimewa Hong
Kong, Daerah Istimewa Makau dan Taiwan).
Pada tahun 1952, sistem SMPT RRT
didirikan secara resmi. Lalu ujian GAOKAO terganggu dan dihentikan oleh
"Revolusi Kebudayaan" pada tahun 1966. Ujian GAOKAO dilanjutkan pada
tahun 1977. Tahun 1978, ujian GAOKAO mulai mempersatukan bahan ujian dalam
seluruh Negara. Tahun 2001, ujian GAOKAO mencabut batasan usia dan status
pernikahan, dan siapapun dengan tingkat pendidikan yang sesuai dapat mendaftar
untuk ujian GAOKAO. Pada bulan September 2014, Dewan Negara mengeluarkan
"Pendapat Pelaksanaan tentang Pendalaman Reformasi Sistem Pemeriksaan dan
Pendaftaran", memulai reformasi sistem SMPT. Sampai tahun 2018, reformasi GAOKAO
hampil telah diterapkan di seluruh RRT.
b. Penyelenggara
GAOKAO sebagai ujian pendidikan
nasional yang paling diperhatikan di RRT, dan diselenggarakan oleh Kementerian
Pendidikan. Lembaga pengujian sebagai organisasi pemerintah, dan dipemimpin oleh
pusat.
c. Mata
Ujian dan Penerimaan Calon Mahasiswa
Mata ujian GAOKAO termasuk Bahasa Mandarin,
Matematika dan Bahasa Asing sebagai 3 mata ujian yang wajib. Selain 3 mata
ujian yang wajib, siswa IPS wajib ikut ujian IPS komprehensif (terdiri dari sejarah,
politik, geografi); siswa IPA wajib ikut ujian IPS komprehensif (terdiri dari
fisika, kimia, biologi). Ujian GAOKAO dengan bentuk ujian tertutup dan ujian tulis,
soal ujian ditentukan secara seragam oleh kementrian Pendidikan.
Calon mahasiswa daftar perguruan
tinggi secara sukarela, dan calon mahasiswa yang nilainya memenuhi persyaratan universitas
akan diterima. Universitas RRT telah dibagi
5 kelompok: "angkatan pertama" adalah universitas militer, seni,
olahraga, diplomasi, dan universitas di daerah istimewa Hong Kong; "angkatan
kedua" adalah universitas sarjana unggul; "angkatan ketiga"
adalah universitas sarjana umum; "angkatan keempat" adalah jurusan-jurusan
D3/D4, "angkatan kelima" adalah kejuruan lanjutan. Calon mahasiswa
dapat memilih 4-6 universitas dalam setiap angkatan. Universitas memiliki
kekuatan untuk menentukan syarat skor dan koat penerimaan.
Dengan alasan sejarah dan kebijakan,
universitas swasta di RRT masih kurang berkembang dan jumlah masih sedikit.
Saat ini, semua universitas, termasuk negeri maupun swasta, jika telah terdaftar
di kementrian pendidikan RRT, wajib mematuhi kebijakan GAOKAO dan tidak dapat menerima
calon mahasiswa di luar GAOKAO. Hal ini juga membuat universitas swasta di RRT
kurang kompetitif dalam persaingan.
d. Reformasi
Dalam perkembangan RRT, kelemahan
dari kebijakan ujian GAOKAO mulai dimuncul, seperti: 1) setahun sekali ujian
membuat GAOKAO menjadi tes risiko tertinggi, 2) fokus pada nilai mengurunkan
pendidikan kemampuan praktis siswa, 3) semua pendidikan dasar dan menengah
bertujuan GAOKAO; 4) Ketidakmampuan untuk pemilihan bakat yang beragam; 5) Distribusi
sumber daya pendidikan yang tidak seimbang antar daerah; 6) Masalah sosial
lainnya. Masalah-masalah tersebut membuat pemerintah RRT untuk memulai
reformasi sistem SMPT.
Pada bulan September 2014, Dewan
Negara mengeluarkan "Pendapat Pelaksanaan tentang Pendalaman Reformasi
Sistem Pemeriksaan dan Pendaftaran", memulai reformasi sistem SMPT.
Shanghai dan Provensi Zhejiang memulai eksplorasi reformasi. Calon mahasiswa
dari kedua tempat pertama kali mengikuti ujian GAOKAO baru pada tahun 2017, dan
Beijing, Tianjin, Shandong dan Hainan 4 daerah mulai reformasi. Pada tahun
2018, 8 provinsi dan kota itu Jiangsu, Hebei, Chongqing, Liaoning, Fujian,
Hunan, Hubei, dan Guangdong memulai program reformasi GAOKAO. Sejauh ini,
reformasi GAOKAO hampil telah diterapkan di seluruh RRT.
Supaya memecah masalah masalah sistem
SMPT yang dulu, kementrian pendidikan menerapkan beberapa kebijakan reformasi
GAOKAO sebagai berikut:
1)
Penghapusan kelas IPA dan
IPS, mata ujian dijadikan 3+3, yaitu 3 mata ujian yang wajibi sebagai Bahasa
Mandarin, Matematika dan Bahasa Asing; dan 3 mata ujian pilihan, siswa dapat
memilih 3 mata ujian dalam sejarah, politik, geografi, fisika, kimia, biologi
secara bebas.
2)
Setahun sekali ujian
diubah jadi setahun dapat mengadakan 2 kali ujian atau lebih; dan semua mata
ujian diselesaikan dalam 3 hari diubah jadi jadwal ujian dapat dipisah dalam
setahun.
3)
Ujian GAOKAO baru
membatalkan skor nyata langsung dimasukin skor total, tapi menggunakan metode bertingkat
untuk menghitung skor, supaya skornya lebih ilmiah dan dapat mencerminkan kemampuan
siswa nyata dan posisi siswa di antara semua siswa.
4)
Pengembangan kepribadian
siswa dan mementingkan kemampuan komprehensif siswa. Selain nilai ujian, menambah
hasil praktis siswa dan penilaian komprehensif dari sekolah. 2 skornya akan
digunakan sebagai referensi untuk penerimaan di universitas.
e. Peluang
dan Tantangan
Fungsi pendidikan adalah fungsi ontologis GAOKAO.
Pengaruh sosial dari GAOKAO menunjukkan bahwa GAOKAO juga memiliki fungsi
sosial.
Fungsi sosial dari GAOKAO mengacu pada
pengaruh positif dari GAOKAO pada berbagai aspek operasi sosial, yang dapat membantu
pertukaran antara tingkat sosial, memenuhi kebutuhan bakat pasar, mengurangi
konflik sosial, dan menjaga stabilitas sosial. Fungsi sosial GAOKAO membutuhkan
keadilan social. Fungsi pendidikan GAOKAO memerlukan sifat ilmiah mendidik dan
memilih bakat.
1)
Peluang
a)
Pendidikan tinggi di
Tiongkok telah berkembang;
b)
Sistem ujian seleksi lama
telah tidak beradaptasi terhadap situasi saat ini;
c)
Reformasi tersebut dapat
meningkatkan kualitas pendidikan;
d)
Siswa akan mendapatkan
pembelajaran yang lebih bebas dan senang;
2)
Tantangan
a)
Sistem lama telah
dilaksanakan 40 tahun, konsep masyarakat sulit diubah;
b)
Kemungkin kejadian
penurunan kualitas pendidikan;
c)
Kemungkin kejadian
pendistribusian sumber daya pendidikan tidak merata;
d)
Tidak dapat meningkatkan
kualitas pendidikan tinggi secara fundamental.
4. Status SMPT di Indonesia
a. Sejarah
dan Perkembangan
Saleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi
Negeri atau biasa disingkat SNMPTN dan Seleksi Bersama perguruan
Tinggi Negeri atau disingkat SBMPTN adalah The National College Entrance Examination di Indonesia. Siswa yang
sesuai syarat dapat masuk perguruan tinggi melalui SNMPTN atau SBMPTN. Tapi SNMPTN
atau SBMPTN hanya adalah seleksi untuk perguruan tinggi negeri. Perguruan
tinggi swasta belum diperboleh menerima calon mahasiswa melalui SNMPTN atau SBMPTN.
SNMPTN
adalah salah satu bentuk jalur seleksi penerimaan mahasiswa untuk
memasuki perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia,
selain seleksi mandiri(melalui Ujian Mandiri) serta Seleksi Bersama Masuk
Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). SNMPTN diselenggarakan pertama kali oleh
Ditjen Dikti tahun 2008.
Pada awalnya, SNMPTN terdiri dari 2 jalur
yaitu SNMPTN undangan melalui nilai rapot dan SNMPTN tulis melalui ujian tulis.
Pada tahun 2013, SNMPTN tulis diubah nama menjadi Seleksi Bersama Masuk
Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). dan SNMPTN undangan kemudian berganti nama
menjadi SNMPTN dengan kriteria seleksi penerimaan berdasarkan nilai rapot,
nilai Ujian Nasional, dan prestasi akademis lainnya.
SBMPTN merupakan seleksi bersama
dalam penerimaan mahasiswa baru di lingkungan perguruan tinggi negeri menggunakan
pola ujian tertulis secara nasional yang selama ini telah menunjukkan berbagai
keuntungan dan keunggulan, baik bagi calon mahasiswa, perguruan tinggi negeri,
maupun kepentingan nasional. Bagi calon mahasiswa, ujian tertulis sangat
menguntungkan karena lebih efisien, murah, dan fleksibel karena adanya
mekanisme lintas wilayah.
Sejak tahun 2019, Seleksi Bersama Masuk
Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru
dengan menggunakan hasil UTBK saja atau hasil UTBK dan kriteria lain yang
ditetapkan bersama oleh PTN. Oleh karena itu, informasi mengenai UTBK menjadi bagian
yang tidak terpisah dari SBMPTN.
b. Penyelenggara
Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)
adalah lembaga penyelenggara tes masuk perguruan tinggi bagi calon mahasiswa
baru, lembaga ini berada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi Republik Indonesia.
LTMPT secara resmi diluncurkan oleh
Menteri Ristek, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia pada
tanggal 4 Januari 2019.
LTMPT memberikan persepsi positif kepada
masyarakat antara lain: a). Indonesia akan mempunyai lembaga permanen yang
melayani tes tes masuk Perguruan Tinggi berstandar nasional, b). Pelaksaaan tes
dilakukan di beberapa tempat dan berkali-kali dengan metode UTBK (Ujian Tulis
Berbasis Komputer) menggunakan Desktop, c). Peserta mendapatkan hasil tes
secara transparan 10 hari setelah pelaksanaan tes.
c. Mata
Ujian dan Calon Mahasiswa
Mata ujian SMPT di Indonesia sangat
rumit. Pemeringkatan SNMPTN tidak berdasar ujian tetapi berdasarkan nilai
mata pelajaran salama SMA/MA/SMK dan dapat dibagi 3 jurusan sebagai berikut:
1)
Jurusan IPA: Matematika,
Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi.
2)
Jurusan IPS: Matematika,
Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi.
3)
Jurusan Bahasa:
Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropologi,
dan salah satu Bahasa Asing.
4)
SMK: Matematika, Bahasa
Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Keahlian (Teori Kejuruan dan Praktik
Kejuruan).
Jika belum lulus atau belum dapat
kesempatan mengikuti SNMPTN, dapat mendaftar SBMPTN dan ikut ujian UTBK. Kelompok
ujian pada UTBK dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok sebagai berikut:
1)
Kelompok Ujian Sains dan
Teknologi (Saintek)dengan materi ujian TPS dan TKA Saintek (Matematika Saintek,
Fisika, Kimia, dan Biologi);
2)
Kelompok Ujian Sosial dan
Humaniora (Soshum) dengan materi ujian TPS dan TKA Soshum (Matematika
Soshum, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi);
3)
Kelompok Ujian
Campuran (Saintek dan Soshum) dengan materi ujian TPS, TKA Saintek,
dan TKA Soshum.
Syarat yang dapat daftar perguruan
tinggi melalui SNMPTN sangat ketat, diminta: 1)siswa SMA/MA/SMK kelas terakhir
pada tahun yang sama(lulus tahun sebelumnya tidak diperboleh ikut SNMPTN) yang
memiliki prestasi unggul; 2)memiliki NISN yang terdaftar di PDSS; 3)memiliki
semua nilai rapor semester selain semester terahir; 4)memiliki prestasi
akademik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan(Sekolah akreditasi A: 40 %
siswa terbaik; sekolah akreditasi B: 25 % siswa terbaik di sekolahnya; atau
sekolah akreditasi C dan lainnya 5 % siswa terbaik di sekolahnya diperbolek)
Syarat yang dapat melalui SBMPTN
lebih mudah: 1)siswa lulus SMA/MA/SMK 3 tahun terakhir; 2) memiliki Nilai UTBK;
dan 3) tidak lulus jalur SNMPTN.
UTBK atau Ujian Tulis Berbasis
Komputer merupakan tes masuk ke perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh Lembaga
Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai satu-satunya lembaga penyelenggara
tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia. Keunggulan pelaksanaan UTBK oleh
LTMPT adalah hasil tes diberikan secara individu. UTBK dapat diikuti oleh siswa lulusan 3 tahun terakhir
dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat. UTBK merupakan syarat
utama untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN).
d. Peluang
dan Tantangan
1)
Peluang
a) Kebutuhan
pendidikan tinggi dari masyarakat
Indonesia semakin tinggi;
b) Seleksi
masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia semakin formal, terbuka dan
transparan;
c) Kualitas
pendidikan tinggi telah ditingkatkan;
d) Perguruan
tinggi negeri sebagai pilihan utama dari calon mahasiswa di Indonesia;
2) Tantangan
a) Sistem
SNMPTN dan SBMPTN masih terbatas dalam perguruan tinggi negeri, dan kebetulan
95% perguruan tinggi di Indonesia adalah swasta;
b) Sistem SMPT
di Indonesia belum dilembagakan dan masih sering berubah;
c) Pendistribusian
sumber daya pendidikan tinggi terutama yang negeri masih kurang merata;
d) Perkembangan
dan internasionalisasi universitas negeri di Indonesia masih kerang cepat.
5. Inspirasi
a. Harus
memberikan lebih banyak peluang dan otonomi kepada universitas swasta
Kebijakan SMPT di RRT dan Indonesia
bertentangan. Universitas swasta di RRT tidak memiliki otonomi dalam penerimaan
mahasiswa baru. Semua universitas swasta harus berpartisipasi dalam GAOKAO yang
diselenggarakan oleh pemerintah bersama dengan universitas negeri. universitas
swasta tidak memiliki hak untuk mengatur penerimaan mahasiswa baru mandiri. Hal
ini sangat membatasi pengembangan universitas swasta, akhrinya semua
universitas swasta akan menjadikan homogen dengan universitas negeri.
Tapi universitas swasta di Indonesia
tidak dapat berpartisipasi dalam SNMPTN dan SBMPTN yang diselenggarakan oleh
pemerintah. Banyak siswa berprestasi dalam ujian UTBK, tetapi universitas
swasta tidak dapat menerima siswa tersebut kecuali siswa memutuskan untuk muntur
diri dari SNMPTN atau SBMPTN. Hal ini tidak ada masalah bagi universitas swasta
yang ingin mengatur seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan sendiri, tetapi
untuk sebagian universitas swasta yang ingin ikut SNMPTN atau SBMPTN, harus
mengijinkan dapat ikut SNMPTN atau SBMPTN seperti universitas negeri. Hal ini
juga dapat lebih hemat dan efisien dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru.
b. Harus
memberi lebih banyak peluang kepada siswa
Dalam SMPT di RRT, Amerika Serikat,
dan negara-negara lain, kesempatan akan diberikan secara merata kepada semua calon
yang memenuhi kualifikasi tanpa batasan usia atau kondisi lainnya. Saat ini,
SNMPTN dan SBMPTN di Indonesia masih belum terbuka untuk semua orang. Jika SNMPTN
dikarenai penerimaan mahasiswa unggul dalam akademik tanpa tes, dan sementara
tidak dapat dibuka untuk semua orang.namun ujian SBMPTN atau UTBK dapat dibuka
untuk semua orang yang memenuhi kualifikasi, dan pembatasan lulusan sekolah
menengah harus dihapus dalam tiga tahun terakhir.
c. Tambah
jumlah ujian, memberi lebih banyak peluang kepada siswa
GAOKAO di RRT dan UTBK di Indonesia adalah ujian berisiko tinggi
karena hanya ada satu peluang per tahun. Dari SD hingga SMA/SMK, upaya siswa
belajar selama lebih dari 10 tahun, tapi hasilnya akan ditentukan oleh satu
kali ujian, dan kemungkinan gagal dari ujian karena dipengaruhi oleh faktor-faktor
yang tidak terduga. Ujian masuk perguruan tinggi seperti Amerika Serikat dan
Inggris ada beberapa kali dalam 1 tahun, memberikan lebih banyak peluang bagi siswanya,
mengurangi risiko ujian, juga dapat mencerminkan tingkat kemampuan siswa dengan
lebih tepat.
d. Tambahkan
indikator hasil akademik harian
Dari sistem SMPT di RRT, Inggris, dan
Amerika Serikat, dapat dilihat bahwa hasil akademik harian tidak muncul dalam
penilaian ujian dan proses penerimaan. Kemampuan siswa tidak dapat diungkapkan
hanya dengan satu kali ujian. Akademik harian siswa dan membutuhkan indikator
untuk diukur. Ujian masuk perguruan tinggi itu penting, tetapi hasil akademik harian
juga penting.
Sistem SNMPTN di Indonesia berjalan
dengan sangat baik. SNMPTN didasarkan pada nilai siswa setiap semester selama
SMA/SMK untuk menentukan penerimaan siswa dengan dibebaskan ujian. Dengan cara
ini, siswa dapat menumbuhkan otonomi dan pengendalian diri dalam pembelajaran harian,
dan memungkinkan siswa untuk berkembang dalam semua aspek selama tahap
pendidikan menengah. Dan membuat SMPT lebih beragam.
e. Desentralisasi,
lembaga ujian dapat menjadi satuan ekonomi independen
GAOKAO di RRT dan UTBK di Indonesia adalah ujian pendidikan nasional
yang diselenggarankan oleh pemerintah Kementrian Pendidikan. Lembaganya adalah
pemerinta, dan lembaganya menerima kepemimpinan dan bimbingan dari atasan.
Lembaga ujian di Inggris adalah
entitas ekonomi di luar pemerintah, dan dapat sepenuhnya diindustrialisasi
sesuai dengan aturan pasar, beradaptasi dengan permintaan pasar. Hubungan
kontraktual antara lembaga dan tempat ujian membuat ujian masuk perguruan
tinggi Inggris lebih mandiri. Model manajemen vertikal ini bersifat, efektif,
dan untuk mengeluarkan kekuasaan ke semua distrik.
Pustaka
Ai
Pulin. (2012). Comparison of American SAT
and Chinese College Entrance Examination. Overseas English. No.8. pp.93-94
Chen
Yang. (2006). The Oversea’s College En
trance Exam ina tion Pa ttern Compar ison Studies. Theoryetic Observation.
2(38). pp.121-122.
GENG
Shuling (2008). Comparision of Entrance
Examinations among U. S. ,U. K. ,France and Japan. Journal of Chengdu
University (Education Sciences Edition). Vol.22, No.9. pp. 19-22
Ke
Zheng. (2017). New college entrance
examination reform policies and strategies. Journal of Shanghai Jianqiao
University. No.3. pp.1-10.
Liang
Can, Ke Zheng. (2019). Comparative
Analysis of College Entrance Examination Reform Programs in Different Provinces.
Exams and Evaluations. No.3. pp.52-55.
Ogunniran
Moses Oladele, Hou Longlong. (2019). Students’
Perspective Comparison of Higher Education Entrance Examination: A Tale Of Two
Countries; China And Nigeria Education System. Academy of Educational Leadership Journal.
Vol. 23, Issue. 2. pp.1-16
Ogunniran
Moses Oladele, Hou Longlong. Emmanuel Olusola Adu3 (2019). A comparative analysis of higher education entrance examination: A case
study of Chinese Gaokao and Nigeria WASSCE/UTME. African Educational
Research Journal. Vol. 7(2), pp. 66-80.
Robin,
M.H. (2008). University Admission World
Wide. Education working paper series, number 15. International Bank for
Reconstruction and Development/the World Bank July, 2008. Washington, D.C. USA.
Zhang
Jihui, Loulizhi. (2019). The cost of the
new college entrance examination reform and its compensation. Teaching and
Management. No.2. pp.76-79.
Zhang
Jin, Zhao Shengchuan. (2017). The
National Entrance Examination of China, Britain and Russia and The Enlightenment
to Our Country. Education Modernization. No.23, pp.144-147
Zhang
Yuchun, Chen Ximing. (2015). Comparison
and Analysis of Current Local College Entrance Examination Policies. Survey
of Education. Bol.4,No.14. pp.6-9.
Permendiknas
No. 6 Tahun 2008. Tentang. Pedoman Penerimaan Calon Mahasiswa Baru Pada
Perguruan. Tinggi Negeri.
Permendiknas
No. 34 Tahun 2010. Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana Pada
Perguruan Tinggi Yang Diselenggarakan Oleh Pemerintah
UU
No. 12 Tahun 2012. tentang Pendidikan Tinggi.
Seleksi Nasional Masuk
Perguruan Tinggi Negeri (Snmptn)
Tahun 2019. Retrieved from on Desember 22, 2019.
http://snmptn.ac.id/informasi.html?1426322267.
Ujian Tulis Berbasis
Komputer (UTBK). Retrieved from on
Desember 22, 2019. https://ltmpt.ac.id/?mid=8.
Seleksi Bersama Masuk
Perguruan Tinggi Negeritahun 2019. Retrieved from
on Desember 22, 2019. https://sbmptn.ltmpt.ac.id/?mid=13
评论
发表评论